Our social:

Selasa, 31 Maret 2015

Misteri Gunung Bulu Beras, Lupa Ritual Batu Berubah

Tuesday, 31 March 2015 14:41


Pamor batu badar besi merah cabe yang menggebrak dunia perbatuan, tak ayal membuat permintaan terhadap batu asli Kebumen, Jawa Tengah ini semakin meningkat. Akibatnya perburuan batu ini di alam menjadi semakin marak.
 
Dan hal ini terlihat saat LIBERTY mencoba mendatangi lokasi penambangan batu badar besi di Gunung Bulu Beras, yang terletak di perbatasan Desa Karangmojo dan Kalirejo, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen. Sejauh mata memandang, yang terlihat adalah bekas sisa-sisa penggalian batu yang dibiarkan terbengkalai. Sehingga bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, hal itu akan rawan memicu terjadinya tanah longsor.
 

Namun sayangnya saat itu tidak ada aktifitas penambangan. Operasi yang dilakukan pihak Perhutani sehari sebelumnya, membuat warga penambang batu  memutuskan menghentikan aktifitasnya untuk sementara waktu. Hal ini bertujuan untuk menghindari konfrontasi dengan petugas polisi hutan, yang memang getol melarang warga melakukan penambangan batu badar besi di kawasan Gunung Bulu Beras.
 

Gunung Bulu Beras sendiri adalah satu di antara beberapa gugusan pegunungan yang berdiri di sisi utara Kabupaten Kebumen. Gugusan pegunungan yang didominasi tanaman pinus ini memang berada di bawah Badan Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Karanganyar. Yang artinya bahwa kawasan itu adalah milik Perhutani yang tidak bisa sembarangan diekploitasi. Pun termasuk penambangan batu badar besi yang memang banyak terkandung di dalam tanah pegunungan ini.


Misteri Gunung Bulu Beras, Lupa Ritual Batu Berubah
Loading...
Karena itulah, papan berisi larangan eksploitasi dengan sanksi denda dan hukuman yang berat, banyak terpasang di sekitar lokasi penambangan batu badar besi. Namun hal ini sepertinya tidak membuat warga setempat gentar. Bagi mereka nilai ekonomis dari badar besi cukup meningkatkan nyali mereka untuk sekedar melanggar larangan yang hingga kini belum pernah terwujud sanksinya itu.
 

“Kemarin baru ada operasi dari Perhutani. Makanya teman-teman libur dulu. Mugkin beberapa hari ke depan, kalau situasinya sudah aman, mau nyari lagi,” ungkap Sugeng Riyanto, salah seorang pencari dan pengrajin batu asal Karangmojo, kepada LIBERTY.
 

Pria yang akrab dipanggil Anto ini mengakui bahwa proses penambangan batu badar besi di Gunung Bulu Beras belakangan ini nyaris tak terkendali. Banyak warga yang sebelumnya tidak tertarik dengan batu, kini ikut berburu. Sehingga saat proses perburuan dilakukan, kadang jumlah penambang bisa mencapai puluhan orang.
 

Proses perburuan batu badar besi sendiri sejauh ini dilakukan dengan cara yang sederhana. Para penambang umumnya hanya menggunakan peralatan seadanya. Mereka hanya menggali tanah menggunakan cangkul dan linggis secara bersamaan. Dan untuk memecah batu, mereka hanya menggunakan martil dan betel.
 

Batu badar besi sendiri memang terpendam di dalam tanah, tepatnya di bawah akar pohon-pohon pinus yang tumbuh di gunung ini. karena itulah, para pencari batu akan membuat galian seperti lubang sumur yang kedalamannya hingga mencapai 3-5 meter, guna mendapatkan batu yang dicari.
Namun demikian tidak semua lubang yang dibuat akan membuahkan hasil. Sebab menurut Anto, batu badar besi ini penuh dengan misteri. Sehingga kalau memang belum rejeki, meski berhari-hari mencari, tidak akan pernah mendapatkan hasil buruan.


http://liberty.co.id/ajimat-mustika/228-misteri-gunung-bulu-beras-lupa-ritual-batu-berubah

0 komentar:

Posting Komentar