Latest Post
Minggu, 17 Mei 2015
Jumat, 24 April 2015
Minggu, 19 April 2015
Sabtu, 18 April 2015
Minggu, 12 April 2015
[For Sale] Koleksi Biseki [1]
Wood-Fossil | Sadang Karangsambung | 38x24x12 cm [est]
_______________
Selasa, 31 Maret 2015
Ritual Khusus Di Gunung Bulu Beras
Tuesday, 31 March 2015 15:02Karena itulah, tiap beberapa waktu sekali, warga akan menggelar selamatan di lokasi penambangan. Tujuannya adalah untuk meminta ijin dan berkah kepada danyang penguasa gaib Gunung Bulu Beras. Sehingga apa yang dicari warga bisa dengan mudah ditemukan.
“Mencari batu itu sebenarnya gampang-gampang susah. Sebab di sini yang bermain hanya insting dan keberuntungan. Kita tidak pernah tahu di sisi mana batu itu berada. Sehingga kadang sudah terlanjur menggali, ternyata tidak ada. Tapi tidak jarang, baru beberapa senti menggali, sudah dapat dengan ukuran besar,” jelas Anto.
Pria yang sudah melakukan perburuan batu badar besi sejak tahun 1982 ini mengatakan bahwa tak jarang dalam proses pencarian batu ini, ada hal-hal mistis yang mengikuti. Dan hal itu diyakini sebagai bagian dari misteri yang menyelimuti Gunung Bulu Beras.
Dan terkait misteri itu, banyak sekali kejadian-kejadian gaib yang kerap mengikuti para pencari batu. Adakalanya sebuah lubang digali hingga kedalaman beberapa meter, tapi tidak ditemukan apa-apa. Namun setelah ditutup, dan sebentar kemudian digali orang lain, ternyata di dalamnya ada bongkahan badar besi yang besar dan bagus.
Lalu tak jarang pula batu yang sudah didapat, tiba-tiba berubah saat akan dijual. Hal seperti itu sudah biasa dialami para pencari batu. Dan untuk mengatasinya biasanya dengan minta bantuan pada paranormal. Atau banyak juga yang coba dirituali sendiri.
“Saya pernah dapat batu besar, terus saya carikan pembeli. Lha kok anehnya begitu dilihat oleh si pembeli, batu itu berubah jadi batu biasa. Padahal sebelumnya jelas-jelas badar besi. Akhirnya oleh salah seorang teman, saya disuruh minta bantuan ‘orang tua’. Lalu oleh orang itu saya diberi air dan disuruh menyiramkan di atas batu yang saya dapat. Dan benar, batu itu kemudian kembali jadi badar besi,” kenang Anto.
Misteri yang menyelimuti gunung yang juga disebut dnegan istilah Gunung Badar Besi ini memang bukan isapan jempol. Artinya seluruh warga yang tinggal di sekitar gunung ini juga mengakui kekeramatannya. Apalagi mereka yang kesehariannya menggantungkan hidup dengan berburu batu. Sudah pasti tidak akan berani berbuat buruk di tempat ini. Apalagi bila kemudian muncul kejadian-kejadian aneh yang di luar kewajaran. Hal itu pasti pertanda buruk bagi mereka yang tengah beraktifitas di gunung ini.
“Dulu pernah ada warga yang menemukan batu berbentuk seperti boneka. Batu ini termasuk jenis yang bagus. Makanya terus kemudian dibawa pulang. Namun beberapa saat kemudian, dia tiba-tiba sakit selama berhari-hari dan tidak sembuh-sembuh. Akhirnya oleh sesepuh desa tempat tinggalnya, dia disuruh mengembalikan batu itu. dan ternyata benar. Besoknya dia langsung sembuh,” ujar Kosim, pengrajin batu asal Karanganyar yang juga kerap ikut berburu batu di lereng Gunung Bulu Beras.
Keberadaan boneka batu ini kemudian menjadi misteri tersendiri, setelah beberapa orang yang lain mengalami nasib yang sama setelah berusaha membawanya pulang. Dikatakan misteri karena benda ini bisa berpindah-pindah tempat. Sehingga memungkinkan ditemukan oleh orang yang berbeda-beda.
Entah sosok siapa di balik boneka itu. namun dalam sejarahnya, Gunung Bulu Beras ini merupakan tempat pelarian para tokoh penting di tanah Jawa. Di gunung ini konon Untung Suropati, seorang pahlawan dari tanah Pasuruan, Jawa Timur yang terpaksa harus melarikan diri karena terdesak oleh pasukan Belanda.
Tak hanya Untung Suropati, sosok Kyai Mojo yang menjadi pengikut Pangeran Diponegoro juga dikabarkan menghabiskan masa hidupnya di gunung ini. Bahkan konon istilah Bulu Beras juga diberikan oleh Kyai Mojo, setelah melihat potensi yang dimiliki pegunungan ini.
“Saya sendiri tidak tahu kenapa gunung ini dinamakan Bulu Beras. Tapi kalau kata orang-orang tua terdahulu, hal itu menyangkut potensi yang dimiliki oleh gunung ini. Sehingga Kyai Mojo kemudian mengatakan bahwa suatu hari nanti apa yang ada di gunung ini bisa untuk membeli beras,” jelas Anto.
Dan hal itu saat ini memang menjadi kenyataan. Bongkahan-bongkahan batu yang menghiasi lereng gunung ini, ternyata memberikan keuntungan ekonomis tersendiri bagi warga yang tinggal di sekitarnya. Sebab bongkahan-bongkahan batu yang sebelumnya tidak terlalu dipethatikan itu, ternyata adalah bongkahan batu badar besi yang saat ini tengah banyak dicari para pecinta batu.
http://liberty.co.id/ajimat-mustika/229-ritual-khusus-digunung-bulu-beras
Misteri Gunung Bulu Beras, Lupa Ritual Batu Berubah
Tuesday, 31 March 2015 14:41
Pamor batu badar besi merah cabe yang menggebrak dunia perbatuan, tak
ayal membuat permintaan terhadap batu asli Kebumen, Jawa Tengah ini
semakin meningkat. Akibatnya perburuan batu ini di alam menjadi semakin
marak.
Dan hal ini terlihat saat LIBERTY mencoba mendatangi lokasi penambangan
batu badar besi di Gunung Bulu Beras, yang terletak di perbatasan Desa
Karangmojo dan Kalirejo, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen.
Sejauh mata memandang, yang terlihat adalah bekas sisa-sisa penggalian
batu yang dibiarkan terbengkalai. Sehingga bila terjadi hujan dengan
intensitas tinggi, hal itu akan rawan memicu terjadinya tanah longsor.Namun sayangnya saat itu tidak ada aktifitas penambangan. Operasi yang dilakukan pihak Perhutani sehari sebelumnya, membuat warga penambang batu memutuskan menghentikan aktifitasnya untuk sementara waktu. Hal ini bertujuan untuk menghindari konfrontasi dengan petugas polisi hutan, yang memang getol melarang warga melakukan penambangan batu badar besi di kawasan Gunung Bulu Beras.
Gunung Bulu Beras sendiri adalah satu di antara beberapa gugusan pegunungan yang berdiri di sisi utara Kabupaten Kebumen. Gugusan pegunungan yang didominasi tanaman pinus ini memang berada di bawah Badan Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Karanganyar. Yang artinya bahwa kawasan itu adalah milik Perhutani yang tidak bisa sembarangan diekploitasi. Pun termasuk penambangan batu badar besi yang memang banyak terkandung di dalam tanah pegunungan ini.
Karena itulah, papan berisi larangan eksploitasi dengan sanksi denda dan hukuman yang berat, banyak terpasang di sekitar lokasi penambangan batu badar besi. Namun hal ini sepertinya tidak membuat warga setempat gentar. Bagi mereka nilai ekonomis dari badar besi cukup meningkatkan nyali mereka untuk sekedar melanggar larangan yang hingga kini belum pernah terwujud sanksinya itu.
“Kemarin baru ada operasi dari Perhutani. Makanya teman-teman libur dulu. Mugkin beberapa hari ke depan, kalau situasinya sudah aman, mau nyari lagi,” ungkap Sugeng Riyanto, salah seorang pencari dan pengrajin batu asal Karangmojo, kepada LIBERTY.
Pria yang akrab dipanggil Anto ini mengakui bahwa proses penambangan batu badar besi di Gunung Bulu Beras belakangan ini nyaris tak terkendali. Banyak warga yang sebelumnya tidak tertarik dengan batu, kini ikut berburu. Sehingga saat proses perburuan dilakukan, kadang jumlah penambang bisa mencapai puluhan orang.
Proses perburuan batu badar besi sendiri sejauh ini dilakukan dengan cara yang sederhana. Para penambang umumnya hanya menggunakan peralatan seadanya. Mereka hanya menggali tanah menggunakan cangkul dan linggis secara bersamaan. Dan untuk memecah batu, mereka hanya menggunakan martil dan betel.
Batu badar besi sendiri memang terpendam di dalam tanah, tepatnya di bawah akar pohon-pohon pinus yang tumbuh di gunung ini. karena itulah, para pencari batu akan membuat galian seperti lubang sumur yang kedalamannya hingga mencapai 3-5 meter, guna mendapatkan batu yang dicari.
Namun demikian tidak semua lubang yang dibuat akan membuahkan hasil. Sebab menurut Anto, batu badar besi ini penuh dengan misteri. Sehingga kalau memang belum rejeki, meski berhari-hari mencari, tidak akan pernah mendapatkan hasil buruan.
http://liberty.co.id/ajimat-mustika/228-misteri-gunung-bulu-beras-lupa-ritual-batu-berubah


